(Seri Budidaya Jagung)
Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman
pangan populer di Indonesia. Budidaya tanaman jagung tersebar di seluruh wilayah
Indonesia, bahkan di beberapa daerah jagung menjadi komoditas bahan pangan utama
bagi masyarakat. Peningkatan produktivitas jagung terus diupayakan dalam rangka mendukung program swasembada jagung
nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
produktivitas jagung adalah dengan pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan
tanaman, Hal ini perlu menjadi perhatian, karena penggunaan pupuk selama ini dirasa
masih dilakukan secara berlebihan. Selama ini dosis pemupukan di tingkat petani
secara umum dilakukan sesuai jumlah benih yang digunakan, bukan disesuaikan dengan
kebutuhan hara lahan pertanian secara rasional.
Untuk mengetahui kebutuhan hara secara rasional, perlu
memperhatikan beberapahal, antara lain:
- Mengetahui hara yang tersedia didalam tanah.
- Merecanakan penggunaan hara khususnya N, P dan K untuk meminimalkan kendala hara dalam upaya memaksimalkan hasil.
- Memberikan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang.
- Menghindari kelebihan penggunaan hara oleh tanaman.
- Menghindari dampak pemupukan pada penurunan kesuburan tanah.
Pupuk makro dengan unsur utama N, P dan K memiliki peran
utama dalam ketersediaan hara tanaman. Manfaat unsure ini bagi tanaman adalah:
- Unsur N, untuk memicu pertumbuhan tanaman, membuat tanaman lebih hijau sehingga proses fotosintesis menjadi lebih maksimal serta membuat kandungan protein hasil panen menjadi lebih tinggi.
- Unsur P, memicu pertumbuhan akar, mempercepat pembentukan bunga serta pemasakan buah dan biji, meningkatkan komponen hasil panen dan meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan bila hasil tanaman akan digunakan dalam kegiatan budidaya selanjutnya.
- Unsur K, membuat tanaman menjadi lebih tegak dan kokoh, meningkat kan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan cekaman kekeringan, meningkatkan pembentukan gula dan pati sehingga hasil panen lebih tahan selama masa pengangkutan dan penyimpanan.
- Pemupukan dasar
Pada tahap ini pupuk yang digunakan adalah pupuk
organic atau kompos 10 – 20 ton/ha.Pemberian pupuk dilakukan pada saat pengolahan
lahan, sehingga pupuk yang diberikan dapat bercampur merata dan larut kedalam tanah.
Bila tanah terlalu asam dapat ditambahkan kapur pertanian sesuai kebutuhan,
atau bila terlalu basa dapat ditambahkan belerang kelahan. Tujuan pemupukan dasar
adalah menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan awal benih jagung, memperbaiki sifat
fisik, kimia dan biologi tanah serta menetralkan kadar keasaman tanah.
- Pemupukan susulan pertama
Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman jagung mencapai
15 HST, dengan perincian Urea 50 kg/ha, SP-36 8 kg/ha dan KCl 40 kg/ha.
Pemupukan pertama bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman jagung serta
meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
- Pemupukan susulan kedua
Pemupukan kedua dilakukan pada 30 HST, untuk mendukung
pertumbuhan tanaman lebih lanjut. Pupuk yang digunakan adalah Urea 75 kg/ha,
SP-36 15 kg/ha dan KCl 60 kg/ha.
- Pemupukan susulan ketiga
Pemupukan dilakukan pada saat tanaman mencapai 45 HST,
pupuk yang digunakan adalah Urea 25 kg/ha, SP-36 25 kg/ha dan KCl 68 kg/ha.
Pada tahap ini pemupukan ditujukan untuk pembentukan biji jagung sehingga dosis
P ditingkatkan dan mengurangi unsur N agar tanaman tidak rentan terhadap serangan
hama dan penyakit.
Selain pemupukan yang tepat, tanaman jagung juga perlu
mendapat pengairan secara berkala untuk menjaga kebutuhan tanaman dan
kelembaban udara. Penyiangan gulma dilakukan sebelum kegiatan pemupukan agar
pupuk yang diaplikasikan lebih efektif terserap oleh tanaman jagung. Sedangkan pembumbunan
dilakukan bersamaan dengan proses pemupukan susulan kedua.
Disusun dari berbagai
sumber
Oleh:
Kelik D. Setyawan
PPL BPP Banyuurip